Nama Project : Infografis
Hallo! Kali ini gw bakal share tentang Project Work Infografis.
Sesuai namanya, infografis adalah informasi yang disajikan dalam bentuk teks yang dipadukan dengan elemen visual seperti grafik, gambar, ilustrasi, atau tipografi. Menambahkan infografis pada konten memungkinkan pembaca menjadi lebih tertarik dan mudah mencerna informasi yang Anda sampaikan.
Proses Pembuatan :
1. Tentukan topik infografis
Langkah pertama yang terpenting adalah menentukan topik. Tentukan topik yang masih berkaitan dengan brand Anda. Buatlah daftar topik yang begitu banyak apa saja yang ingin brand sampaikan sehingga brand bisa dikenal sebagai brand yang terpercaya dan ahli dibidangnya.
2. Tentukan siapa pembaca infografis
Langkah kedua adalah menentukan siapa yang kira-kira akan tertarik dan membaca dengan infografis yang brand buat. Menentukan pembaca tentu saja harus diselaraskan dengan topik yang dibuat. Bila topik yang dibuat adalah tentang kesehatan, kita bisa menentukan apakah pembaca infografis adalah kalangan tenaga medis seperti dokter, atau masyarakat umum yang membutuhkan informasi tentang kesehatan. Menurut Harvard Business Review ada lima jenis audiens yang akan mendengar cerita berdasarkan tingkatnya. Tingkatan ini akan menentukan bagaimana tingkat bahasa dan penyajian infografis berdasarkan karakter masing-masing.
- Pemula (novice): adalah orang yang baru pertama mengenal topik yang dibicarakan, namun tidak menginginkan penyederhanaan yang berlebihan.
- Generalis: mereka yang sudah mengetahui tentang topik, namun masih ingin lebih mengerti dan mengetahui tema yang lebih luas.
- Manajerial: pembaca yang ingin mendalami sebuah informasi. Mereka mencari informasi yang bisa dijadikan referensi tindakan dengan mengetahui detail-detail informasi.
- Ahli: pembaca yang ingin lebih banyak bereksplorasi dan menemukan hal-hal baru. Mereka menginginkan konten yang lebih sedikit cerita namun memiliki detail yang dalam.
- Eksekutif: para pembaca yang hanya memiliki waktu untuk mengetahui seberapa penting dan signifikan sebuah informasi. Mereka mencari kesimpulan dari konsep-konsep yang ada dan mencari kemungkinan apa yang akan terjadi.
3. Tentukan tujuan
Ketika sudah menentukan siapa pembacanya dan bagaimana karakternya, kita bisa mulai untuk mementukan tujuan dari dibuatnya sebuah infografis. Dalam pemasaran konten infografis umumnya tergolong sebagai konten edukatif. Sehingga tujuannya adalah untuk memberikan pengetahuan yang lebih mendidik pembaca. Pada matriks bauran konten Smart Insight, infografis digolongkan sebagai konten yang mengedepankan rasionalitas untuk mencapai awareness. Inilah tujuan dari sebuah infografis yakni melalui konten yang mengedukasi berusaha untuk menarik perhatian rasionalitas pembaca sehingga mampu meningkatkan awareness.
4. Lakukan riset
Riset dalam infografis diperlukan untuk mendukung konten tetap memiliki kredibilitas yang baik. Sebab infografis merupakan konten yang akan dikritisi secara rasional. Jika sebuah brand membuat infografis yang tidak rasional, brand akan mendapatkan kesan negatif.
5. Tulis konten
Buatlah narasi yang singkat, padat dan rapi. Ingat menulis konten infografis bukan tentang membuat artikel. Buatlah konten yang juga dapat dipahami oleh desainer grafis sebagai pembuat ilustrasi dari naskah yang Anda tulis. Hapus kata-kata yang membuat sebuah kalimat tidak efektif dan jika perlu abaikan kaidah-kaidah bahasa yang baku.
6. Serahkan desain pada desainer grafis
Infografis idealnya harus dikerjakan seorang desainer grafis yang memiliki kemampuan visual yang lebih baik. Sehingga penulis naskah sebaiknya tidak mengerjakan sendiri desain infografis. Namun seorang penulis naskah bukan tidak perlu menyerahkan sepenuhnya desain visual pada desainer, tetapi tetap perlu berkomunikasi sebagai seorang editor.
7. Sederhanakan Visual
Seperti dalam hal konten, visual juga perlu disederhanakan. Buat visual dengan simbol-simbol yang berhubungan dengan narasi namun tetap mudah untuk dikenali. Tujuannya adalah agar pembaca mudah untuk menerima dan memahami maksud pesan yang tersaji dalam inforgafis. Dalam kasus-kasus tertentu brand Anda bisa menambahkan elemen-elemen visual yang konsisten dalam setiap infografis yang dibuat. Contohnya adalah elemen maskot yang khas dari brand ataupun warna brand.
8. Masukkan identitas brand Anda
Jangan pernah melewatkan memberikan identitas brand Anda sebagai pembuat infografis. Selain untuk keperluan siapa yang bertanggung jawab dengan infografis yang bersangkutan, kemunculan identitas brand juga akan meningkatkan brand awareness dikalangan pembaca infografis. Identitas brand bisa diletakkan di bagian kaki dari infografis. Biasanya di bagian ini dijuga dicantumkan sosial media, situs, ataupun kontak dari brand yang membuat infografis.
9. Edit
Terakhir lakukan sunting. Amati setiap detail infografis baik dari sisi kata, kalimat, tanda baca. Kemudian perhatikan visual apakah ada visual yang masih kurang tepat. Semua perlu diperhatikan untuk menemukan apakah ada kecacatan dalam infografis. Jika perlu Anda merombak kembali keseluruhan konten bila diperlukan. Lebih ideal lagi, jika hasil infografis diperiksa oleh art director atau creative director yang selalu mengawasi hasil akhir dari sebuah karya visual.
10. Distribusikan
Infografis yang telah dibuat harus bisa menjadi bagian dari perbincangan di internet. Sehingga infografis harus didistribusikan dengan tepat sesuai dengan saluran yang ada. Jika infografis salah didistribusikan, ini akan mencederai pengalaman pembaca ketika menemukan infografis.
.png)
Posting Komentar